XBRL, eXtensible Business Reporting Language

Hits: 3

Extensible Business Reporting Language (XBRL) adalah sebuah bahasa komunikasi elektronik yang secara universal digunakan untuk transmisi dan pertukaran informasi bisnis, yang menyempurnakan proses persiapan, analisis dan akurasi untuk berbagai pihak yang menyediakan dan menggunakan informasi bisnis. Sebuah institusi dapat mempersiapkan sebuah pelaporan informasi dengan berbasis XBRL tersebut.

Manfaat

Manfaat dari penggunaan XBRL ialah untuk meningkatkan efisiensi, kecepatan dan mengotomasikan pengolahan data yang dapat menunjang proses analisa dan kualitas informasi yang akan digunakan untuk pengambilan keputusan perusahaan.

XBRL saat ini telah digunakan dalam proses pelaporan di berbagai sektor termasuk perbankan, asuransi, regulator sekuritas, data provider dan perpajakan.

XBRL diciptakan secara spesifik untuk mengkomunikasikan informasi antara pihak bisnis dan pengguna informasi keuangan seperti analis, investor dan regulator, dengan menyajikan format elektronik yang sudah distandarisasi secara umum untuk digunakan dalam pelaporan bisnis. XBRL tidak mengubah informasi yang dilaporkan, hanya mengubah bagaimana informasi tersebut dilaporkan.

Penerapan

Dalam pengembangan pelaporan berbasis XBRL, sebuah perusahaan dapat mempersiapkan sebuah format pelaporan berbasis XBRL dengan merujuk pada suatu standar peraturan dan prosedur tertentu yang berlaku. Dalam pengembangan dan implementasi XBRL tersebut, telah dilaksanakan identifikasi kebutuhan informasi yang perlu disajikan, yang dinamakan dengan Taksonomi.

Taksonomi XBRL adalah sebuah kamus yang digunakan dalam format XBRL. Kamus ini adalah skema kategorisasi yang mendefinisikan tag khusus untuk setiap elemen data keuangan (contohnya “laba bersih”). Yurisdiksi nasional memiliki peraturan akuntansi yang berbeda, sehingga masing-masing yurisdiksi nasional dapat memiliki taksonomi tersendiri untuk pelaporan keuangan. Berbagai macam organisasi termasuk regulator, industri tertentu atau bahkan perusahaan, juga memerlukan taksonomi untuk memenuhi kebutuhan pelaporan bisnis mereka. Sebuah taksonomi khusus juga dapat dirancang untuk mendukung pengumpulan data dan pelaporan internal dalam sebuah organisasi.

Struktur

Laporan bisnis yang disajikan dalam format XBRL dinamakan sebagai instance document. Informasi yang terdapat dalam instance document dapat digunakan secara interaktif, sebab data dalam instance document tersebut dapat diakses, diekstrak dan diproses secara elektronik. Tag identifikasi yang diterapkan pada elemen-elemen tersebut memungkinkan data yang terkait dapat diproses secara efisien oleh sebuah perangkat lunak komputer.

XBRL dapat memperlihatkan bagaimana elemen-elemen tersebut saling berkaitan. Kemampuan ini juga dapat menjelaskan bagaimana elemen tersebut dihitung, dan dapat mengidentifikasikan apakah elemen tersebut masuk ke dalam kelompok tertentu untuk kegunaan organisasi atau presentasi. Hal yang terpenting adalah, XBRL mudah untuk diperluas, sehingga perusahaan dan organisasi lain dapat menyesuaikan kegunaannya dengan berbagai jenis kebutuhan.

Struktur XBRL memungkinkan penanganan yang sangat efisien atas data bisnis dengan menggunakan aplikasi komputer. Kemampuan ini mendukung semua kinerja yang terlibat dalam menyusun, menyimpan dan menggunakan data bisnis. Informasi tersebut dapat dikonversi menjadi XBRL oleh proses pemetaan sesuai atau yang dihasilkan oleh perangkat lunak. Kemudian informasi tersebut dapat dicari dan dianalisa dengan sebuah perangkat lunak komputer. 

Kesimpulan

  • XBRL bukanlah sebuah merek software atau aplikasi yang akan menggantikan sistem yang sudah ada.
  • XBRL bukanlah suatu standar akuntansi baru, dan penerapannya tidak merubah standar akuntansi yang sudah diterapkan.  
  • XBRL juga tidak akan mengubah format pelaporan.
  • XBRL bukanlah chart of accounts dan juga bukan alat penerjemah chart of accounts.

Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *